Berbeda Dari Kenyataan, Bahasa Manis Anies Minta Kualisi Dari Kubu Agus-Sylvi

NewsNKRI, Jakarta – Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno lolos ke putaran 2 pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
Putaran kedua sendiri digelar setelah tak ada satupun dari tiga paslon di Pilkada DKI Jakarta meraup suara lebih dari 50% bedasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei. Menghadapi hal tersebut, Anies mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan pasangan calon nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
Alhamdulillah, komunikasi politik sudah terbangun antara pasangan calon nomor urut satu,” ujar Anies, di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Rabu, 15 Februari kemarin.
Anies melanjutkan, langkah itu merupakan strategi politik baginya untuk meningkatkan dukungan politik menghadapi Ahok-Djarot. Bahkan, kata Anies, komunikasi politik yang terjadi antara dirinya dengan Agus juga diikuti oleh partai koalisi pendukung Agus.
Adapun parpol pengusung putra Susilo Bambang Yudhoyono itu adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Antara pimpinan partai pengusung juga sudah berkomunikasi, bisa dibilang ini koalisi besar nantinya,” beber Anies.
Menurut Anies, ada kesepahaman antara kubu mereka, yakni sama-sama menginginkan perubahan di Jakarta. “Itu awalnya, kami ingin Jakarta baru, ingin kepemimpinan yang baru, ingin Jakarta berubah dan platform itu yang dijaga sama-sama,” pungkasnya.

Menurut jadwal yang telah ditetapkan KPU DKI Jakarta, pemungutan dan penghitungan suara putaran kedua akan dilakukan pada tanggal 19 April, dilanjutkan dengan rekapitulasi suara tanggal 20 April hingga 1 Mei. Sementara, penetapan paslon tanpa sengketa dilaksanakan tanggal 5 hingga 6 Mei.
Apabila ada yang bersengketa, nantinya akan mengikuti jadwal seperti yang ditetapkan MK. Penetapan paslon terpilih pasca putusan MK, paling lama 3 hari setelah putusan

Baca Juga :   Mantap, Pak Ahok Kembali Ngantor Di BalaiKota

Tapi Hal ini semua malah menjadi cemilan netizen ,karena semua yang di bicarakan Anies Berbeda dengan kejadian lapangan . .Anies kembali melakukan tindakan tidak santun saat Menarik dukungan relawan AHY, Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI). Kurang dari 24 jam acara pernyataan dukungan sudah dilakukan. Kubu AHY belum juga melakukan komunikasi dan konsultasi bersama, Anies sudah melakukan manuver.

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, AHY betul-betul dihabisi oleh Anies. Belum sempat bangkit dari kekalahan di Pilkada, bahkan real count pun belum dirilis, Anies sudah menambah luka AHY. Meski AHY sudah menyatakan kekalahan, Anies seharusnya bisa menahan diri untuk terima dukungan dari relawan AHY.

Tapi namanya juga Anies. Mahkluk paling ambisius memenangkan Pilkada DKI ini, Tidak ada istirahat, tidak ada jeda, serangan terus dilakukan. Sayangnya serangan tersebut malah menyerang kubu yang sedang terluka. Sangat tidak berempati dan beretika.
Saya ingin ucapkan terima kasih karena dalam kurun waktu 24 jam kurang, teman-teman sudah menentukan untuk terus bergerak dan memastikan terjadi perubahan di Jakarta,” ujar Anies di Jalan Cikajang No 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).
Saya ingin sampaikan apresiasi teman-teman di KMNI bergerak amat cepat. Kita berharap, mari kita rapikan barisan,” tuturnya.

Komentar Anda

Related posts