Antasari Seret Hary Tanoe dan Ibas ,Kasus Semakin Terarah dan Terang

NewsNKRI, Jakarta – membahas tentang Antasari yang diprediksi akan mengadakan konser maha akbar, yaitu menyanyi. Kali ini prediksi ini benar karena nyanyian Antasari makin cadas mirip heavy metal, dan saya sendiri tidak menyangka nyanyiannya akan jadi secadas ini. Ini sudah bulan Februari, dan Antasari benar-benar action dalam mengungkap kasusnya dan kasus lain. Jadi selama ini rumor tersebut benar.
Sebelumnya Antasari mengatakan bahwa ada seorang utusan, lebih tepatnya pembawa pesan, yang datang menemui Antasari dan meminta agar Aulia Pohan tidak ditahan. Waktu itu Antasari masih tutup mulut mengenai siapa orang tersebut. Antasari tetap pada prinsipnya karena sudah ada SOP-nya, jadi tersangka langsung tahan. Ternyata orang tersebut adalah Hary Tanoe atau HT, pendiri Partai Perindo. Saya benar-benar kaget saat mengetahui ini, Tidak menyangka HT akan menjadi salah satu puzzle dalam kasus Antasari. Antasari dengan terang-terangan mengatakan HT adalah utusan Cikeas.

HT meminta Antasari agar tidak menahan Aulia Pohan. “Mohon dibantulah, karena bagaimana pun nanti ya keselamatan bapak bagaimana,” kata Antasari yang menirukan perkataan HT. Ucapan ini benar-benar bernada mengancam dan intimidasi. Tapi Antasari benar-benar kokoh pada pendiriannya.

Sebelumnya Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan apa yang dikatakan Antasari adalah dendam politik. Bagi saya, apa pun itu kebenaran harus segera diungkapkan, dan Antasari sedang menuju ke sana. Dan HT melalui pengacaranya, Hotman Paris sudah membantah ini.

Tidak sampai disana, Antasari juga ikut menyeret nama lain. Masih ingatkah Anda Antasari ditangkap sewaktu sedang menangani kasus Aulia Pohan sekaligus dugaan korupsi pengadaan alat IT KPU tahun 2009? Saya juga sudah pernah membahas ini. Antasari mengatakan bahwa Ibas adalah sosok yang mengadakan alat tersebut.
Tapi Antasari tak menjawab saat ditanya kepastian dan keabsahan informasi tersebut. “Namanya juga informasi, masuk ke kita seperti itu. Sehingga kita telusuri masalah pengadaan, ternyata sebelum sampai ke sana, saya sudah diusut duluan,” kata Antasari. Ini sebenarnya masih belum jelas kalau saya lihat, tapi jika dipikir-pikir maka ini terlihat masuk akal. Banyak orang setuju kalau kasus Antasari dipaksakan dan dikriminalisasi. Ya saya juga percaya itu. Coba pembaca pikirkan dan tarik benang merahnya, Antasari sedang mengusut kasus waktu itu, dan Aulia Pohan serta Ibas yang sedang dalam target. Yang satu adalah besan, yang satu lagi adalah putra mahkota. Masuk akalkah jika ini yang membuat Antasari dijebloskan ke penjara? Silakan jawab sendiri.

Baca Juga :   PKB dan Golkar Intensifkan Komunikasi untuk Dukung Jokowi

Seperti yang sudah diprediksi, SBY segera keluar dari tempat persembunyian dan bikin klarifikasi, bahkan Ibas juga ikut mengklarifikasi. Ibas berkicau di Twitter. Salah satunya seperti ini, “Wahai Rakyatku & Saudara’ku. Janganlah kita larut dalam Demokrasi yang menyesatkan (Fitnah). Masih banyak cara yang lebih ksatria menuju satu tujuan.”

Cuitan lainnya, “Kampungan, sangat tidak berkelas fitnah keji Antasari kepada @SBYudhoyono. Busuk! Sangat terbaca segala motif penzoliman ini #AAGateFitnah.”

Ibas mengaku tidak pernah melakukan pengadaan alat IT KPU dan mengingatkan Antasari agar jangan menebar isu, jangan menebar fitnah dan jangan membangun popularitas diri dengan cara fitnah.

Maaf ya Ibas, saya tidak bersedia jadi rakyat Anda. Sori beribu sori. Jangan tersinggung. Tidak perlu berkicau di Twitter, kalau merasa difitnah langsung saja laporkan ke pengadilan biar segalanya terang benderang karena saya juga sangat penasaran.

SBY pun ikut panas. Dia merasa difitnah oleh perkataan Antasari. Dia heran mengapa pernyataan itu dilontarkan sehari sebelum pencoblosan. Lewat akun Twitternya, SBY mengatakan, “Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya.” Dia menduga itu dilakukan untuk membuat Agus-Sylvi kalah di Pilgub DKI Jakarta. SBY juga menyebut bahwa grasi yang diberikan pada Antasari adalah upaya untuk menyerang dirinya serta menghancurkan nama baiknya agar Agus-Sylvi kalah. “Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahu,” kata SBY.

Istana pun bantah kalau grasi Antasari ada muatan politis, dan pemberian grasi sudah sesuai prosedur. Nah, SBY lagi-lagi seret Jokowi. Istana bilang itu urusan Pak Antasari, jadi SBY diminta tidak mengkaitkan ini dengan Jokowi. Kok SBY sentimen amat dengan Jokowi? SBY harusnya klarifikasi langsung pada Antasari, bukan pada Jokowi.
Antasari menantang dan meminta SBY jujur dan terbuka pada publik karena dia sudah mengalami (di penjara) selama delapan tahun. Dan satu lagi pernyataan dari Antasari. Di depan wartawan dia juga mengatakan sudah siap mati saat mengungkap HT adalah utusan Cikeas. “Dan saya ngomong hari ini, saya mati, saya siap. Saya tidak peduli, ya, itu tolong dicatat. Tapi saya harus bicara ini. Kalau saya mati, ini jadi misteri, kan. Ini saya bicara,” ungkap Antasari.

Baca Juga :   Rossi : MotoGP Brno Siang Nanti Akan Menjadi Pertarungan Terketat

Bagi saya ini adalah strategi cerdas dari Antasari. Banyak orang bilang Antasari terlalu bernafsu dan ada kepentingan politik. Bagi saya ini adalah haknya untuk mendapatkan keadilan karena sia-sia menjalani hidup 8 tahun di penjara atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Bukankah awalnya dia bilang sudah ikhlas? Menurut saya itu juga salah satu strategi. Bayangkan, begitu Antasari dirumorkan akan bebas, siapa yang akan kelabakan dan meriang? Ini yang membuat Antasari tidak aman jika bebas, makanya dia bilang ikhlas untuk membuat dalang tenang. Dan selama tiga bulan itulah, saya rasa Antasari mencari perlindungan sekaligus menyiapkan panggung megah untuk bernyanyi.

Pengungkapan yang bikin kaget ini tentunya sudah direncanakan dengan baik dan dipikirkan matang-matang. Masalah keamanan adalah yang utama, tapi saya yakin ini tidak perlu lagi. Pada saat Antasari bilang siap mati ke wartawan, itu adalah cara cerdas untuk menjamin keamanannya. Antasari bilang kalau dia mati, ini akan jadi misteri. Hahahaha, sungguh cerdas. Jadi apabila nanti terjadi apa-apa pada Antasari, siapa yang akan disalahkan? Sudah paham maksudnya? Ya SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono )

Selain itu, saya melihat ucapan Antasari adalah cara agar nama-nama yang dimaksud melakukan gugatan di pengadilan. Kita lihat apakah mereka berani melaporkan ke pengadilan. Jika Antasari yakin dan benar akan ucapannya, maka inilah pancingan agar segalanya menjadi terang-benderang sehingga kita bisa tahu kebenaran yang selama ini begitu rapi dikubur dalam-dalam.

Jika tidak berani menggugat dan hanya bantah dan prihatin di Twitter, justru publik makin curiga dan akan berkesimpulan bahwa ucapan Antasari ada benarnya. Jujur, tembakan Antasari kali ini sangat telak dan mematikan. Lawan dibuat tak berkutik, melawan pun tak bisa. Dua nama sudah diseret Antasari. Mungkin nanti akan ada lagi nama-nama baru dalam nyanyian Antasari di konser akbarnya. Makanya saya bilang ini sangat cerdas.

Baca Juga :   Marsekal Hadi Anulir Mutasi 16 Pati, Ini Tanggapan Jenderal Gatot

Mau ada kepentingan politik kek, kalau memang ini akan menguak kebenaran, peduli setan, saya dukung. Jujur saya sudah capek dengan ini dan merindukan Indonesia yang maju di bawah pemerintahan yang benar-benar bekerja, bukan tukang jambret uang rakyat.

Komentar Anda

Related posts