Mengenal Lebih Jauh Gejala Penyakit Multiple Sclerosis

Penyakit

NewsNKRI – PERNAHKAH Anda mendengar tentang penyakit multiple sclerosis (MS)? MS adalah penyakit autoimun yang hampir mirip dengan lupus. Di Indonesia, jumlah penderita penyakit ini bisa dikatakan belum signifikan.

Gejala Penyakit Multiple Sclerosis

“Dari beberapa penelitian dikatakan penyakit ini lebih banyak terjadi di negara empat musim seperti Amerika dan Eropa. Di Asia seperti Jepang dan Indonesia jarang sekali ditemukan. Hal itu dikarenakan pengaruh letak geografis yang berkaitan dengan latitude ketinggian,” ujar dokter spesialis saraf, dr Riwanti Estiasari, Sp.S (K) saat ditemui dalam talk show mengenai multiple sclerosis Jumat (20/10/2017) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Sama seperti penyakit autoimun lainnya di mana sel imun bekerja terlalu aktif sehingga bukan hanya menyerang kuman melainkan juga merusak sel-sel tubuh, pada penyakit MS sel imun menyerang otak, saraf, myelin, dan sumsum tulang belakang. Penyerangan membuat myelin mengalami kerusakan sehingga aliran listrik dari saraf ke otak dan tulang belakang menjadi terganggu.

Ditambahkan dr Riwanti, apabila seseorang mengalami kerusakan myelin atau demyelinasi maka bisa terjadi tremor, gangguan memori dan mempelajari sesuatu, serta kemampuan mengorganisasikan menjadi berkurang.

Gejala lain yang dialami oleh penderita MS adalah gangguan penglihatan dan keseimbangan, kelumpuhan, kelemahan ekstrim, kesemutan, mudah lelah, memburuk pada kondisi panas, dan tidak bisa menahan. Tapi tidak semua penderita mengalami ini karena gejala yang timbul biasanya bervariasi.

Ada tiga tipe MS yaitu relapsing-remitting MS, secondary progressive MS, dan primary progressive MS. Di Indonesia, kasus yang paling banyak terjadi adalah relapsing-remitting MS. Pada tipe ini, gejala yang muncul biasanya hilang timbul.

Sebagai contoh, apabila seorang penderita MS mengalami kelumpuhan, hal itu hanya terjadi selama enam hari. Setelahnya penderita bisa berjalan lagi tapi beberapa kemudian gejala itu kambuh lagi. Begitu seterusnya.

Baca Juga :   Berikut 5 Alasan Seseorang Sering Bangun Tengah Malam

Maka dari itu, tak jarang penderita MS mengalami kesulitan bersosialisasi. “Tak jarang lingkungan sosial di sekitarnya menganggap pasien berpura-pura, malas, dan gangguan jiwa karena gejalanya tidak jelas kapan munculnya,” tambah dr Riswanti. Penyakit ini kebanyakan menyerang pada usia produktif yaitu 20-50 tahun dan lebih rentan menyerang wanita karena berkaitan dengan hormon.

Komentar Anda

Related posts

Leave a Reply