Ditjen Pajak akan meningkatkan agresifnya kepada WP mengikuti Tax Amnesty

NewsNKRI, Jakarta Direktorat Jendral Pajak (DJP), Kementrian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan selalu meningkatkan kontrol serta menghimbau Wajib Pajak (WP) menggunakan program pengampunan pajak (tax amnesty). Bahkan juga DJP mempunyai wewenang memaksa pungutan pajak pada beberapa WP nakal.

“Kami bakal makin intensif mengingatkan WP untuk turut tax amnesty supaya tak terserang konsekwensi Pasal 18 Undang-undang Tax Amnesty atau aksi penyanderaan (gijzeling). Jadi kontrol bakal ditingkatkan, ” kata Direktur Penyuluhan, Service, serta Humas DJP, Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Berkaitan dengan ancaman Pasal 18 mengenai pemberian sanksi sampai 200% yang seakan memaksa WP turut tax amnesty, Hestu Yoga menyatakan, turut program ini memanglah adalah hak Warga Negara Indonesia (WNI).

Tetapi DJP juga memiliki keharusan mengimbau pada WP yang belum melakukan semua keharusan perpajakan dengan baik untuk turut program tax amnesty.

“Butuh diingat, pemerintah dalam soal ini DJP miliki wewenang untuk memaksakan pemungutan pajak yang belum dikerjakan dengan baik itu,” dia menerangkan.

“Jadi kami mengingatkan dengan adanya banyak langkah supaya WP yang belum patuh seutuhnya, selekasnya melakukan perbaikan kepatuhannya, terlebih dengan memakai tax amnesty ini,” kata Hestu Yoga.

Terlebih dulu, Hestu Yoga Saksama mengakui, peringatan keras ini bakal dikerjakan Ditjen Pajak agar WP terlepas dari Pasal 18 Undang-undang (UU) Pengampunan Pajak mengenai sanksi bunga 2% tiap-tiap bln. serta sanksi sampai 200 %.

“Di periode III, kami mengingatkannya (tax amnesty) dengan keras. Namun janganlah disikapi negatif, lantaran kami tidak ingin WP mesti punyai urusan dengan Pasal 18 UU Pengampunan Pajak sesudah tax amnesty selesai,” katanya.

‎Lebih jauh Hestu Yoga menyampaikan, Ditjen Pajak bakal mengevaluasi pencapaian di periode II. Pasalnya banyak tujuan WP yang telah dipetakan pada periode I serta II tax amnesty, dari mulai WP prominen, berdasar pada profesi, serta yang lain.

Baca Juga :   Mata Uang Rupiah Kembali Dibuka di Posisi 13.335/USD Pagi Tadi

“Tapi kesempatan UKM semakin besar di periode III, jadi mungkin saja kelak kami banyak bergerak di lokasi UKM. Kami bakal pelajari lebih dahulu, mana yang telah serta mana yang belum,” papar dia.

Komentar Anda

Related posts

Leave a Reply