BNN Sumut Terus Lakukan Razia dan Imbau Masyarakat Jauhi Narkoba

BNN Sumut Terus Lakukan Razia dan Imbau Masyarakat Jauhi Narkoba

NewsNKRI,Jakarta – Demi menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut akan terus melakukan razia di lokasi yang terindikasi sebagai tempat peredaran narkotika.

“Salah satu pencegahan yang kami lakukan berupa razia di tempat-tempat hiburan malam dan tempat lainnya yang diduga sebagi lokasi peredaran narkotika,” ungkap Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto melalui sambungan telepon, Sabtu (25/3/2017).

Selain itu, penyuluhan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan baik di lingkungan sekolah, kelompok dan lainnya demi menutup pintu masuk barang haram tersebut dengan memberi imbauan akan bahayanya penyalahgunaan zat psikotropika.

“Pencegahan narkoba tidak hanya bisa tuntas bila dilakukan BNN saja, perlu kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat dengan menjadi pengawas di daerah tempat tinggal warga,” jelasnya.

BNNP juga mengimbau kepada masyarakat yang anggota keluarganya menjadi pecandu narkoba untuk tidak malu menitipkan ke panti rehabilitasi.

“Jangan sampai anggota keluarga itu yang akan mempengaruhi orang sekitarnya untuk mengkonsumsi barang haram tersebut. Atau kejadian terburuk anggota keluarga itu tewas karena OD (Over Dosis),” sebutnya.

Kota Medan Pasar Potensial Narkoba

Terungkapnya sejumlah jaringan narkotika dalam beberapa bulan terakhir di Kota Medan, baik oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Tim Ditnarkoba Mabes Polri membuat ibukota Sumatera Utara ini seakan menjadi sasaran empuk lokasi peredaran barang haram tersebut.

Sebab beberapa kasus yang berhasil terungkap, ditemukan barang bukti narkotika dalam jumlah yang tidak sedikit.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Brigjen Andi Loedianto mengatakan lokasi Kota Medan yang sangat strategis dan berdekatan dengan Malaysia, membuat daerah ini rawan menjadi pintu masuk peredaran narkotika.

Baca Juga :   Genjot Ekspor RI, Eximbank Gandeng 11 PTN

“Lokasi yang strategis karena berbatasan dengan Malaysia, dan juga Aceh yang terkenal dengan masalah ganjanya membuat Medan jadi kota potensial tujuan peredaran narkoba ataupun sekedar tempat transit saja,” kata Andi via sambungan telepon, Sabtu (25/3/2017).

Umumnya narkoba diselundupkan melalui pelabuhan-pelabuhan tidak resmi yang minim penjagaan. Selain itu, maraknya pengungkapan kasus narkoba di Medan mengindikasikan masih banyaknya konsumen akan barang haram itu.

“80 persen narkoba masuk ke Indonesia melalui jalur tikus. Karena banyaknya pemesan di Medan, maka bermunculan bandar yang akan memasok narkotika,” jelasnya.

Sementara itu, pengungkapan kasus teranyar jaringan narkoba internasional (Malaysia-Aceh Tamiang-Jakarta) oleh Mabes Polri terjadi di kawasan Pondok Surya, Kecamatan Medan Helvetia.

Seorang warga setempat bernama Husni akhirnya tewas tertembak karena melawan petugas ketika polisi melakukan pengembangan.

Husni diketahui merupakan otak dari jaringan yang awalnya terungkap di depan mal Cijantung Jakarta Timur dengan barang bukti 6,5 kilogrm sabu, 19 butir ekstasi dan 50 ribu happy five.

Komentar Anda

Related posts