5 Point Yang Disimpulkan Penasehat Hukum Tentang Tuntutan Gus Joy

NewsNKRI ,Jakarta – Dalam sidang yang berlangsung di gedung Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Tampak Kemunafikan Kesaksian Gus Joy dan saksi yang ada,  Dimana Bukannya memberikan penjelasan tentang Bukti sebagai Penuntut , malah sebaliknya memberi jawaban hanya dengan kata LUPA dan tidak tahu , Demikian Pengadilan sidang sudah jelas membuktikan terdapat ketidakpastian dan rekyasa alibi. . .
Dari Sidang Tersebut telah di beritakan ,tim penasihat hukum menyimpulkan lima poin.
Pertama, Trimoelja menilai, Gus Joy jelas dan nyata memiliki sentimen atau ketidaksukaan secara personal dan memiliki agenda tersendiri demi kepentingan golongan atau kelompok tertentu yang saksi dukung.
“Memiliki tujuan menjatuhkan Basuki Tjahaja Purnama (calon gubernur nomor pemilihan dua pada Pilkada DKI) dengan menggunakan senjata pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 sehingga sudah ada niatan untuk mengkriminalisasi Basuki Tjahaja Purnama,” kata Trimoelja, melalui keterangan tertulis kepada awak media di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Kedua, di dalam fakta persidangan yang bersesuaian bahwa Gus Joy pernah memublikasikan video pernyataan dukungan untuk Agus-Sylvi di YouTube pada tanggal 30 September 2016 dengan judul “Gusjoy Pidato Deklarasi Dukung Mas Agus dan Mpok Sylviana”.
Dalam pidato deklarasi tersebut, Gus Joy menyampaikan kata-kata provokatif, yaitu “Kita akhiri kepemimpinan Ahok yang arogan, suka menggusur rakyat kecil, hanya membela kepentingan orang berduit, serta suka bicara kasar.”
Trimoelja mengatakan, “Hal-hal tersebut menjelaskan atas sikap subyektivitas Gus Joy terhadap Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan lawan dari pasangan calon gubernur dan wakil gubenur pilihannya karena sebagai pendukung Gus Joy jelas memiliki sikap untuk membela pasangan cagub-cawagub pilihannya.”

Baca Juga :   Reaksi Pengacara Habib Rizieq Terhadap Status DPO Klienya

Ketiga, dalam fakta persidangan terungkap bahwa Gus Joy telah terlebih dahulu menyatakan dukungan terhadap salah satu pasangan cagub-cawagub yaitu pada tanggal 30 September 2016, sebelum melakukan laporan terhadap Ahok pada tanggal 7 Oktober 2016. Hal itu dinilai Trimulja bisa menjelaskan sikap dan agenda khusus Gus Joy terhadap Ahok.
Keempat, dalam fakta persidangan terungkap juga bahwa Gus Joy ternyata bukanlah seorang advokat dan terkait keterangan-keterangan di BAP, saksi Gus Joy lebih banyak menjawab Iupa, tidak ingat, dan tidak mau menjawab.
Karena itu, kata Trimulja, kredibilitas Gus Joy sebagai saksi patut dipertanyakan.
“Apabila saksi Gus Joy dalam persidangan lebih banyak menjawab lupa, tidak ingat, dan tidak tahu, bagaimana bisa keterangannya dijadikan alat bukti,” kata Trimoelja.

Terakhir Kelima ,Ia juga menyatakan bahwa keterangan para saksi pelapor dalam BAP tidak satu pun yang melihat secara langsung pidato Ahok pada tanggal 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Semua keterangan hanya berdasarkan informasi dari orang yang mendengar dan melihat dari unggahan video di YouTube.
“Unggahan tersebut diduga unggahan yang telah dibuat komentar sedemikian rupa oleh Buni Yani sehingga memiliki makna dan arti berbeda yang kemudian menjadi viral di masyarakat dan menjadi fitnah bagi Basuki,” kata dia.

Atas dasar itu, tim penasihat hukum Ahok menyimpulkan bahwa saksi-saksi yang memberikan keterangan pada hari ini, keterangannya sangat subyektif dan tidak berdasar. Keterangan para saksi dinilai merupakan asumsi pribadi dan cenderung lebih kepada fitnah terhadap Ahok yang dibuat demi kepentingan-kepentingan pribadi dan golongannya untuk mencapai tujuan mereka, yaitu “Jakarta Tanpa Ahok”.
Keterangan saksi-saksi tersebut cukup berasalan untuk ditolak dan dikesampingkan,” kata Trimulja.

Komentar Anda

Related posts

Leave a Reply