Tarif Rokok Dipastikan Mengalami Kenaikan pada Tahun 2018

Kenaikan

NewsNKRI – JAKARTA – Tarif rokok dipastikan mengalami kenaikan pada 2018. Pengumuman terkait itu segera diterbitkannya paling lambat pekan depan.

“Insya Allah sebentar lagi keluar. Ya secepatnya kalau tidak minggu ini atau minggu depan,”ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pamudji, di JIEXPO, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Rokok Mengalami Kenaikan Pada Tahun 2018

Heru enggan memberitahukan berapa besaran kenaikan cukai tersebut. Namun ada beberapa pertimbangan sehingga penerapan cukai rokok ini kembali dikeluarkan. Misalnya, dengan tidak memunculkan dampak negatif terhadap industri rokok termasuk petaninya, baik tembakau maupun cengkeh.

“Kita konsen ke penerimaan. Konsen mengenai pajak, kepentingan daerah termasuk PPN hasil tembakau. Penerimaan lah itu, sehingga bagaimana ini semua menjadi faktor yang mempengaruhi. Kita masih harus mengharmonisasi, mempertimbangkan semua itu,”ujarnya.

Heru melanjutkan, pengenaan cukai rokok harus menjadi tolak ukur utama. Yakni sebagai pengendalian dan pengawasan atas peredaran dan konsumsi rokok. Di samping itu cukai rokok juga menggunakan instrumen tarif.

“Kami lakukan upaya pengawasan melalui penindakan atas rokok-rokok ilegal. Statistik menunjukkan sampai dengan minggu kemarin, jumlah penindakan Bea Cukai itu melebihi seluruh penindakan tahun 2016. Komitmen Bea Cukai pasti memberikan perlindungan kepada pengusaha yang legal. Sama dengan melakukan penertiban impor yang tidak ilegal,” ujarnya.

Lantas, bagaimana masyarakat menyikapi kenaikan tersebut? Setujukah mereka?

1. Dwi Setiawan (26) Karyawan Swasta

Saya enggak pernah merokok. Saya enggak ikutin perkembangan informasi soal rokok. Jadi saya baru tahu kalo cukai rokok mau dinaikan sama pemerintah.

Kalo saya enggak pengaruh cukai rokok naik. Kalo yang perokok aktif baru mungkin pusing harga rokok naik.

Industri rokok kasihan kalo sampe kehilangan konsumen gara-gara harganya naik. Tapi mungkin orang yang udah hobi ngerokok enggak akan nahan diri buat enggak beli rokok walaupun naik.

Baca Juga :   What? Pak Beye Ajak Dukung Agus Hanya Karena Dinilai Pandai Jaga Perkataan

Pemerintah kelihatannya emang tiap tahun naikan cukai rokok ya buat ngejar target penerimaan negara. Jadi itu positif aja buat pemerintah. Tapi bisa negatif juga kalo naiknya terlalu tinggi.

Makanya sebaiknya kenaikan cukai rokok enggak tinggi. Sewajarnya aja dinaikan sama pemerintah.

2. Muhammad Ikhsan (28) Freelance

Iya saya perokok. Dalam sehari saya bisa ngabisin 1 sampai 2 bungkus rokok. Kadang-kadang cuma abis 1 bungkus. Tergantung keadaan aja. Saya tahu pemerintah mau naikin cukai rokok tapi enggak tahu tahun ini apa tahun depan.

Kalo cukai rokok naik, harga rokok naik. Dampaknya ke konsumen rokok kayak kita jadi harus keluar uang lebih banyak buat beli rokok. Jadinya pengeluaran kita nambah dari biasanya.

Industri rokok mungkin akan kurang penjualannya kalo perokok pada ngurangin beli rokok gara-gara harganya naik. Kalo udah gitu pendapatan mereka jadi turun.

Pemerintah dengan menaikan cukai rokok akan dapat pemasukan lebih banyak daripada sebelum cukai rokok naik. Tapi kalo konsumsi rokok turun gara-gara cukai rokok naik sama aja bohong ya.

Pemerintah sebaiknya menaikan cukai rokok jangan terlalu tinggi karena malah enggak optimal nanti hasil yang didapatkan dari cukai rokok walaupun udah dinaikan juga.

3. Wahyu Pratama (24) Karyawan Swasta

Saya lumayan sering merokok walaupun bukan perokok berat. Kalau lagi pengen bisa habis 1 bungkus. Iya saya baca di berita tahun depan cukai rokok naik mau enggak mau harga rokok juga ikutan naik pasti.

Pengeluaran saya pasti akan bertambah dengan naiknya harga rokok. Apalagi saya sehari bisa abis 1 bungkus rokok. Kalau naik mungkin saya akan kurangin merokok jadi setengah bungkus sehari supaya pengeluaran enggak banyak.

Industri rokok pasti kena dampak negatif kenaikan cukai rokok. Karena harga rokok naik konsumsi rokok akan berkurang. Orang beli rokok akan ditahan-tahan karena mahal.

Baca Juga :   CAMKAN ! ! Raja Salman Bahkan Tidak Ada Rencana Bertemu Rizieq

Kalo buat pemerintan bagus karena mereka mendapatkan dana dari cukai rokok. Kenaikan cukai rokok kalo enggak salah juga buat ningkatin pemasukan buat negara. Jadi bagus-bagus aja kalo buat pemerintan.

Harapannya kenaikan cukai rokok enggak naik supaya enggak memberikan dampak negatif buat kita.

4. Nugroho Adi (26) Karyawan Swasta

Saya perokok tapi enggak terlalu aktif merokok. Paling sehari cuma abis beberapa batang aja. Enggak pernah sampe abis 1 bungkus rokok. Saya malah baru tahu kalo cukai rokok tahun depan naik.

Dampak buat perokok pengeluarannya akan bertambah karena harga rokoknya naik. Cuma buat perokok yang jarang ngerokok kayak saya dampaknya enggak terlalu besar ketimbang yang perokok berat.

Industri rokok bisa kehilangan pelanggannya karena harga rokok jadi naik dan perokok mulai mengurangi konsumsi rokok. Pendapatan industri rokok jadi menurun.

Kalo pemerintah pasti diuntungkan dengan naiknya cukai rokok karena itu sumber pemasukan buat negara. Cuma kalo nantinya pendapatan negara dari cukai dimanfaatkan secara optimal bisa positif buat kebaikan negara secara umum.

Saran saya kenaikan cukai rokok enggak terlalu tinggi. Bisa dibicarakan sama pelaku industri dan konsumen untuk didapatkan kesepakatan bersama.

5. Panji Wibowo (24) Karyawan Swasta

Saya kebetulan tidak merokok. Iya saya tahu kabar kalau pemerintah berencana menaikan cukai rokok.

Dampaknya ke konsumen yang pasti akan semakin mahal buat beli rokok karena kalau cukai rokok naik maka harga rokok ikutan naik. Mungkin perokok akan mengurangi beli rokok.

Industri rokok bisa terkena dampak negatif kalau masyarakat mengurangi beli rokok karena cukai rokok bikin harga rokok jadi mahal. Nanti rokok jadi tidak begitu laku dibeli masyarakat khususnya yang merokok.

Baca Juga :   Roycke : Pak Ogah Membantu Tugas Polisi Mengatur Lalin,Why Not?

Buat pemerintah tentunya akan meningkatkan pendapatan negara karena cukai rokok naik.

Kalau saran saya kenaikan cukai rokok harus masih di batas wajar. Jangan terlalu tinggi sehingga memberikan dampak negatif ke konsumen dan industri rokok.

Komentar Anda

Related posts

Leave a Reply