Markas GMBI Di Bakar FPI ,Diduga Karena Isu Dendam

NewsNKRI, Bogor – Dari Hasil Pantauan NewsNKRI, Markas Ormas GMBI Bogor dibakar oleh sekelompok orang.  Peristiwa pengrusakan ini diduga dipicu adanya isu anggota Front Pembela Islam (FPI) yang menjadi korban penusukan dalam Bentrok yang mengakibatkan kerusakan pada mobil pengawalan lalu.

Yusri sendiri menyebut pihaknya sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi kejadian tersebut. Dua lokasi pengamanan sudah dilakukan jajaran polisi setempat.“Sebelumnya telah dilakukan pengamanan terbuka dan tertutup yang terbagi di dua lokasi oleh Polsek Ciampea, di antaranya 15 Orang di lokasi Markas GMBI dipimpin Kapolsek Ciampea dan 5 orang anggota di lokasi markas FPI Majelis Arasyafat Jembatan Cinangneng Ciampe,” terang Yusri.

Namun Massa FPI yang berjumlah ratusan orang mendatangi sekratriat GMBI di Ciampea. “Walau Polisi telah melakukan antisipasi sebelumnya. Dan karena jumlah massa yang banyak polisi tak bisa menghalau massa yang melakukan aksi perusakan dan pembakaran. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, menjelaskan kejadian itu dipicu karena berkembangnya isu anggota FPI atas nama Syarief menjadi korban penusukan dan pengrusakan mobil akibat bentrok di Mapolda Jawa Barat usai pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq, pada Kamis 12 Januari kemarin.

Hal ini yang disebut Yusri memicu kemarahan massa FPI Ciampea. “Atas kejadian tersebut mengakibatkan kerugian satu buah rumah dan sekretariat GMBI dibakar. Tidak ada korban jiwa,” kata Yusri dalam keterangannya, Jumat (13/1/2017). Sekretariat yang beralamat di Kampung Tegalwaru RT 05/03 Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Bogor itu dibakar massa sekitar pukul 02.51 WIB. Sedikitnya 20 orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran telah diamankan polisi.

Komentar Anda

Related posts

Leave a Reply