Kadar Alkohol Pilot Japan Airlines 9 Kali Lebihi Batas Standar

Kadar Alkohol Pilot Japan Airlines 9 Kali Lebihi Batas Standar

NewsNKRI – Pilot Japan Airlines (JAL) Katsutoshi Jitsukawa (42) ditangkap otoritas Bandara Heathrow, London karena mabuk sebelum ia menerbangkan pesawat. Kadar alkohol Jitsukawa diketahui 9 kali melebihi batas standar yang diperbolehkan.

Seorang juru bicara polisi London mengatakan tes pada Jitsukawa yang diambil 50 menit sebelum keberangkatan dijadwalkan penerbangan mengungkapkan 189 mg alkohol per 100 ml darah dalam sistemnya. Padahal standar yang diperbolehkan adalah 20 mg per 100 ml darah.

Untuk perbandingan, kadar alkohol maksimal untuk sopir dan pengemudi di Inggris adalah 80 mg per 100 ml darah. Kembali ke Jitsukawa. Akibatnya, pesawat mengalami penundaan keberangkatan.
Pihak maskapai sudah meminta maaf atas kasus ini. “Perusahaan dengan tulus meminta maaf kepada penumpang dan semua yang terkena dampak tindakan karyawan.

Eksekutif JAL mengatakan kepada wartawan di Jepang bahwa Jitsukawa membersihkan tes napas di rumah, tetapi membangkitkan kecurigaan seorang sopir bus membawanya ke pesawat dari Bandara Heathrow pada hari Minggu.

Jitsukawa (42) ditangkap oleh polisi Inggris dan diharuskan menjalani tes darah yang mengkonfirmasi hasil tersebut.
“Kami yakin (tes napas di rumah) tidak dilakukan dengan benar,” ujar kepala komunikasi JAL Muneaki Kitahara kepada wartawan.

Penyiar Jepang NHK melaporkan bahwa polisi disiagakan oleh sopir bus kru yang mencium bau alkohol pada pilot. Jitsukawa telah menjadi bagian dari awak pesawat yang menerbangkan pesawat Japan Airlines (JAL) JL44 ke Tokyo, tetapi gagal melakukan tes nafas 50 menit sebelum waktu keberangkatan.

Pesawat Boeing 777 lepas landas setelah penundaan 69 menit. JAL mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji untuk “melaksanakan tindakan segera untuk mencegah kejadian di masa depan”. Jitsukawa ditahan dan akan dijatuhi hukuman di Isleworth Crown Court.

Baca Juga :   Demo di Taiwan menolak Pernikahan sesama Jenis

Japan Airlines bukan satu-satunya maskapai besar yang dipaksa meminta maaf atas kasus serupa. Pada akhir Oktober, All Nippon Airways mengatakan maaf setelah seorang pilot jatuh sakit setelah malam mabuk berat dan menyebabkan penundaan hingga lima penerbangan domestik.

Masalahnya juga tidak terbatas pada maskapai Jepang. Pada bulan Juni, pilot British Airways, Julian Monaghan, dipenjara selama delapan bulan setelah ditemukan empat kali lebih dari batas alkohol sebelum penerbangan dari London Gatwick ke Mauritius.

 

 

 

Komentar Anda

Related posts

Leave a Reply